Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Kabupaten Sehat

Ratahan, Kamis (30/03). BAPEDA Kabupaten Minahasa Tenggara melaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Kabupaten Sehat Kabupaten Minahasa Tenggara, yang di hadiri 0leh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara Drs Robby Ngongoloy, MSi, Wakil Ketua Forum Kabupaten Sehat Minahasa Tenggara Dr. Lily Mawati, Sekretaris Forum Kabupaten Sehat dan dihadiri oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara.

Kepala BAPEDA Kabupaten Minahasa Tenggara Drs Bonifasius Mokorimban, MM, menyatakan, Penyelenggaraan Kabupaten sehat bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan Pemerintah Daerah. Dasar Hukum: Peraturan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun  2005 dan Nomor 1138/Menkes/PB/VIII/2015. Tentang Penyelenggaraan Kabupaten/ Kota Sehat.

Di Kabupaten Minahasa Tenggara telah dibentuk tim Pembina Kabupaten Sehat sesuai SK Bupati Nomor 22 tahun 2016. Dan Forum Kabupaten Sehat sesuai SK. Bupati nomor 23 tahun 2016. Kemudian diikuti dengan pembentukan forum tingkat kecamatan dan forum tingkat desa/kelurahan. Setiap 2 tahun sekali Kabupaten/Kota Sehat yang memenuhi kriteria yang ditetapkan diberikan penghargaan Swastisaba, dengan 3 kategori :

  1. Penghargaan Padapa
  2. Penghargaan Wiwerda
  3. Penghargaan Wistara

Kabupaten Minahasa Tenggara melalui Dinas terkait yaitu Dinas Kesehatan dan perangkat daerah yang termasuk dalam Tim Pembina telah menyiapkan banyak hal untuk persiapan keikutsertaan kabupaten Minahasa Tenggara. Penilaian Kabupaten Sehat akan dilakukan pada 3 April 2016 dengan TIM Penilai dari Bapeda Provinsi Sulawesi Utara, Biro Kesra Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara beserta PKK.

 

 

Perda Rabies Disosialisasikan

Ratahan, Kamis (30/03). Bertempat di Lamet Kelurahan Tosuraya Barat Kecamatan Ratahan, Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Tenggara bersama Dinas Pertanian Peternakan Provinsi Sulawesi Utara dan Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Sulawesi Utara, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penanggulangan  Hewan Beresiko Rabies yang dihadiri seluruh Kepala Desa Se Kabupaten Minahasa Tenggara.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan Provinsi Sulut DR. Ir. Arie Bororing, M.Si membawakan meteri tentang “BAHAYA RABIES BAGI HEWAN PENULAR RABIES”.  Rabies adalah penyakit menular yang bersifat akut menyerang susunan syaraf pusat yang dapat menulari semua hewan berdarah panas dan manusia yang disebabkan oleh Virus Rabdoviridae, dimana dalam Perda mengamanatkan bahwa Setiap pemilik Hewan Peliharan Rumah (HPR) wajib: memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan hewannya; memiliki Kartu Registrasi HPR; memvaksin hewannya secara berkala dengan vaksin rabies; memiliki kartu vaksinasi; memelihara hewannya di dalam rumah atau di dalam pekarangan rumahnya; mengandangkan atau mengikat agar tidak berkeliaran di jalan-jalan umum dan di tempat-tempat umum; dan/atau memakai alat pengaman, apabila membawa keluar dari pekarangan rumah.

Masyarakat diharapkan memiliki peran serta dalam pemeliharaan Hewan dengan baik, program vaksinasi, pembatasan kepemilikan hpr, melaporkan korban gigitan Hewan Peliharan Rumah (HPR), melaporkan dan menangkap Hewan Peliharan Rumah (HPR) yang menggigit untuk diisolasi. Ketentuan Pidana (Pasal 20) Setiap orang dan/atau badan yang melanggar ketentuan Pasal 5 ayat (1) dan ayat (3), Pasal 7, 8 AYAT 2, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11 dan Pasal 12 ayat (1), diancam pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Tenggara Ir. Elly Sangian menyampaikan, karena sudah ada Perda Rabies, maka penting harus disosialisasikan kepada kepala desa ke masyarakat, yakni proses penanganan pada hewan-hewan peliharaan yang menjadi sumber virus Rabies.

 

 

Legislatif Expo SulutGo, DPRD Minahasa Tenggara Pamer Kegiatan 2016

Manado 28/3/2017. Dalam perhelatan Pameran Legislatif Expo yang dilaksanakan 28-30 Maret 2017 , DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara ikut serta dengan menampilkan visual berbagai kegiatan ditahun 2016 seperti saat pelaksanaan persidangan beserta berbagai produk Peraturan daerah yang dihasilkan DPRD dipamerkan, beserta profil pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara ikut dipamerkan. Dengan harapan apa yang sudah dikerjakan dapat diketahui dan dipromosikan oleh masyarakat di Sulawesi Utara lebih khusus masyarakat Minahasa Tenggara.

 

Bupati Sampaikan LKPJ Tahun 2016

RATAHAN, Senin (27/03). DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2016, bertempat di ruang Sidang DPRD.

Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Drs Tavif Watuseke, didampingi Wakil Ketua Tonny Hendrik Lasut Am.Tm dan Katrien Mokodaser, serta dihadiri Wakil Bupati Ronald Kandoli.

Bupati James Sumendap mengatakan, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Minahasa Tenggara Tahun 2016 merupakan kewajiban pemerintah serta wujud transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai amanat konstitusional.

Penyampaian laporan ini merupakan kewajiban pemerintah serta wujud transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai amanat konstitusional dalam UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (LPPD) kepada pemerintah, LKPJ kepada DPRD dan informasi laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (ILPPD) kepada masyarakat. Bahkan tahapan ini sesuai kebijakan teknis operasional di bidang pendapatan daerah yang meliputi kegiatan yang bersifat intensifikasi dan ekstensifikasi.

Sekda Warning LKPD dan LKIP Dituntaskan

RATAHAN, Sabtu (18/03). Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Tenggara (Mitra), Ir Farry Liwe memberikan warning keras kepada Perangkat Daerah agar segera menuntaskan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2016. Kepada Perangkat Daerah diberikan waktu hanya sampai pekan depan. Karena menurut Sekda bahwa deadline waktu ini sejalan dengan jadwal yang ditargetkan. Bahkan pihaknya sudah menegaskan hal tersebut kepada Badan Keuangan Daerah agar semuanya tuntas pada Tanggal 31 Maret.

”Ini harus tuntas secepatnya karena akan diajukan ke DPRD,” tegasnya.

Limit waktu ini, menurutnya sudah menjadi komitmen bersama bahwa untuk mempertahankan Opini WTP dari BPK, sehingga kerja semua lini haruslah kerja maksimal.

Selain  LKPD, Laporan Kinerja Intansi Pemerintah (LKIP) sudah masuk di Inpektorat, sehingga target sebelum 31 Maret LKIP Kabupaten Mitra sudah dimasukkan ke Kemenpan RB.

Konsultasi Publik Bahas RKPD 2018

RATAHAN, Kamis (16/03). Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) saat menyusun Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2018 akan meminta masukan atau usulan dari masyarakat.

Diskusi Publik dalam rangka penyusunan RKPD tersebut dibuka secara resmi oleh Sekda Mitra Ir. Farly Liwe, bertempat di ruang rapat Bappeda.

Sekda pada sambutannya mengatakan, diskusi ini sangat penting dalam rangka menjalankan program pada tahun 2018 mendatang, agar bermanfaat bagi masyarakat serta sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati.

“Saya berikan apresiasi terhadap Bappeda dengan mengelar diskusi publik ini, dengan meminta masukan dan usulan, maka penyusunan RKPD tahun 2018 akan berjalan sesuai apa yang kita harapkan,” ujar Sekda.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Drs. Bonny Mokorimban, MM mengungkapkan, konsultasi publik memang perlu, pasalnya, ini salah satu tahapan untuk mendapat informasi dari masyarakat yang bisa menjadi usulan untuk diterapkan pada program di tahun 2018.

Bahwa nantinya dalam penyusunan RKPD, apa yang menjadi masukan masyarakat akan dimasukan pada program Pemerintah Daerah tahun 2018.

Sebelum dilaksanakan Diskusi Publik penyusunan RKPD, pihaknya telah melaksanakan Musrembang di tingkat Kecamatan, yang sebelumnya Musrenbangdes.

Pasar Tombatu Diresmikan


TOMBATU, Selasa (13/03). Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH, meresmikan pemanfaatan pasar Tombatu. Pasar yang berbandrol Rp 58 miliar tersebut, yang memiliki sekira 130-an pedagang, 27 kios serta satu los.

Bupati mengatakan, dengan bertambahnya fasilitas pasar ini, pergerakan perekonomian rakyat di Kecamatan Tombatu pasti akan meningkat, bahkan dapat memberikan kesejahteraan kepada warga.

“Saya berharap pengoperasian pasar Tombatu dapat beroperasi setiap hari, guna untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Bupati, saat memberikan sambutan.

Dijelaskan Bupati, dengan adanya pasar baru ini, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh untuk membeli keperluan rumah tangga, karena kebutuhan telah tersedia di pasar ini.

“Ini dimaksud agar pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa meningkat jika masyarakat tidak lagi berbelanja di daerah lain,” jelasnya sembari meminta agar pedagang dan masyarakat dapat menjaga pemanfaatan pasar dengan maksimal.


 

sumber : manadotoday.co.id

Bupati Canangkan Mitra Bebas Sampah 2020

RATAHAN, Jumat (10/03). Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH mencanangkan Kabupaten Minahasa Tenggara bebas sampah 2020 dan kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), serta persiapan penilaian Adipura untuk Ratahan di halaman kantor Bupati.

Usai kegiatan pencanangan yang dihadiri Ketua DPRD Drs Tavif Watuseke serta para pejabat pemkab dan seluruh ASN, Polsek Urban Ratahan, Koramil Ratahan dilanjutkan dengan jalan sehat dan bersih2 Kota Ratahan.

Kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2017 mengambil tema  ”Melaksanakan pengelolaan sampah terintegrasi dari gunung, sungai, kota, pantai hingga laut untuk mewujudkan Indonesia bersih sampah 2020″.

Bupati mengajak masyarakat melakukan aksi nyata bersama, bergerak dari tingkat paling terkecil yakni keluarga, lingkungan, desa atau kelurahan, kecamatan sampai kabupaten, tanpa tekecuali untuk ambil bagian dalam aksi kepedulian terhadap lingkungan sekitar dalam mengendalikan sampah.

”Kesadaran buang sampah dan bersih-bersih lingkungan datang dari diri kita sendiri. Untuk itu kita harus sadar diri dan sadar lingkungan,” ujar Bupati.

DPRD Mitra Sahkan Tiga Ranperda

RATAHAN, Rabu (08/03). Bertempat di ruang rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa Tenggara (Mitra) yang dipimpin ketua Dekab Tavif Watuseke, didampingi Wakil ketua, Tonny Lasut dan Khaterin Mokodaser, digelar Paripurna Pengesahan Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Adapun ketiga Perda yang disahkan yaitu Penggunaan Pasar Rakyat, Penamaan Rumah Sakit Daerah (RSUD) dan Adminitrasi Kependudukan.

Bupati James Sumendap SH, dalam kesempatan itu, memberikan apresiasi bagi pimpinan DPRD bahkan Pansus, yang sudah bekerja maksimal, sehingga disahkannya tiga ranperda tersebut.

“Pada intinya saya memberikan apresiasi yang setingi-tingginya atas kinerja pimpinan bahkan pansus dewan yang sudah bekerja keras. Sehingga tiga ranperda tersebut boleh disahkan sebagaimana jadwal yang diharapkan,” kata Bupati.

Ditegaskannya, ketika tiga ranperda yang disahkan agar langsung ditindaklanjuti oleh instansi masing-masing, sebab ini untuk kepentingan publik. Dan dalam pelaksanaannya, diharapkan peran DPRD dalam melakukam pengawasan terhadap tiga ranperda yang telah disahkan.

Selain peran pemerintah, masyarakat juga diminta agar proaktif membantu setiap program pemerintah. Dengan melakukan ktitik yang membangun demi kemajuan Kabupaten Mitra.

72 Siswa SD Ikut Olimpiade Sains Nasional

RATAHAN, Rabu (08/03). Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) kembali digelar, setelah sebelumnya telah dilakukan seleksi di 12 kecamatan yang ada di Mitra.

“Para peserta yang ikut kali ini sudah lewat tahapan penjaringan dari tingkat kecamatan dan tentunya berhak ikut di tingkat kabupaten,” terang Kepala Dinas Pedidikan Djeli Waruis MM.

Waruis, mengatakan 72 peserta OSN tingkat SD yang diambil di 12 kecamatan sudah merupakan pemenang, meskipun nantinya tetap kita mencari yang akan diutus ke tingkat propinsi.

Dimana yang akan diikutkan di propinsi, sesuai mata pelajaran yang dilombakan yakni IPA dan Matematika untuk tingkat SD.

Waruis optimis, prestasi yang dicapai anak anak Mitra, tidak kalah dengan yang ada di daerah lain, karena dibuktikan sempat beberapa siswa mencetak prestasi yang membanggakan baik tingkat propinsi maupun nasional. Pihaknya yakin anak anak yang nantinya ke tingkat selanjutnya mampu bersaing dengan daerah lain, sehingga inti OSN dalam peningkatan SDM bisa membuahkan hasil dan berdampak bagi perkembangan mitra kedepannya.