Touluaan, Senin (19/06/2017). Budaya mapalus atau bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, terus dilakoni masyarakat Desa Ranoketang Atas dan Ranoketang Atas Satu Kecamatan Touluaan. Secara bahu membahu dengan saling membantu satu sama lainnya, masyarakat di dua desa tersebut melakukan kerja bakti di lahan perkebunan dan kawasan pertanian serta persawahan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pekerjaan kali ini dibagi dua titik yaitu Tanahi (jalan putus) atau jalan yang terputus akibat longsor maupun tertimbun tanah, dan Sulee (litir kuala tapela) atau tanggul tanah pembagi persawahan yang jebol. Kegiatan ini dalam kaitan bulan bakti gotong royong dan tujuannya agar jalan perkebunan menjadi lancar tak ada kendala dan guna mendapatkan hasil yang diharapkan.

Camat Touluaan, Meintsi Batubuaja, SE mengatakan, kegiatan mapalus untuk mengerjakan kawasan perkebunan, pertanian dan persawahan secara rutin, berkala dan berkelanjutan dilakukan masyarakat Touluaan. Untuk pekerjaan umum, dipilih setiap hari senin pelaksanaan kerja bakti desa. Bahkan setelah pagi sampai siang pekerjaan untuk desa, sorenya sering dilanjutkan kerja bakti untuk masing-masing jaga. Dan budaya mapalus juga dilakukan di bidang pembangunan rumah, arisan uang dan bahkan arisan makanan. Kegiatan-kegiatan ini sangatlah membantu masyarakat.

© 2017, Teddy Rugian. All rights reserved.