Tombatu, Timur, Senin (05/06/2017). Masyarakat Desa Mundung Satu Kecamatan Tombatu Timur tetap terus mengalakan pelaksanaan kerja bakti desa, jaga dan kelompok. Kali ini masyarakat menunjukan komitmen melestarikan dan memelihara tradisi mapalus atau gotong dengan secara bersama-sama membuat jembatan dan talud darurat di jembatan Lumak yang ambruk saat hujan deras Kamis malam lalu.

Adapun jalan penghubung darudat terbuat dari bamboo yang bisa dilintai masyarakat dan dilalui kendaraan bermotor roda dua. Juga talud yang terbuat dari karung plastik diisi dengan tanah dan diatur berjejer. Tujuannya untuk mengantisipasi terjhadinya longsoroan susulan saat turun hujan. Karena di kawasan itu terdapat permukiman penduduk.

Hukum Tua Mundung Satu Heidi Lumintang, S.Sos mengatakan, jembatan Lumak yang dibangun tahun 1980-an sangat vital karena ada 49 KK dan jalur tersebut adalah akses utama ke lahan pertanian, perkebunan dan persawahan. Dan dengan semangat kebersamaan maka jembatan yang ambruk akibat bencana alam derasnya air sungai dan adanya tanah longsor, masyarakat bahu-membahu secara sadar dan suka rela serta bertanggung jawab untuk pro aktif melaksanakan pekerjaan.

© 2017, Teddy Rugian. All rights reserved.